27 May 2013

Ungkapan Imam Al Syafei

1. Barangsiapa yang tidak dimuliakan oleh taqwa, maka tidak ada kemuliaan baginya.

2. Perhiasan ulama' itu adalah taqwa; dan kecantikkannya adalah murah hati.

3. Tidaklah berjaya dalam menuntut ilmu, melainkan orang yang menuntutnya dalam kekurangan.

4. Tidak ada 'aib yang lebih buruk bagi ulama' selain dari kesukaan mereka terhadap apa-apa yang tidak dusukai Allah buat mereka, dan ketidak sukaan mereka terhadap apa- apa yang disukai Allah buat mereka.

5. Ilmu itu bukan yang dihafal, tetapi yang memberi manfaat.

7. Menuntut kemewahan duniawi itu adalah suatu seksaan yang ditimpakan Allah kepada ahli tauhid.

8. Barang siapa merasa dirinya lemah , maka ia akan memperoleh istiqamah.

9. Barang siapa yang ingin hatinya diterangkan oleh Allah, maka hendaklah ia berkhalwat (menyendiri), mengurangi makan, dan tidak bergaul dengan orang-orang bodoh yang buruk budi pekertinya, serta tidak berkumpul dengan orang-orang berilmu yang tidak mempunyai keinsafan dan tidak mempunyai adab.

10. Aku tidak pernah kekenyangan selama enam belas tahun kecuali hanya satu kali, lalu aku muntahkan ketika itu jua.

11. Tidak mengetahui riya' kecuali orang- orang yang ikhlas.

12. Kalau aku tahu bahawa meminum air itu menghilangkan keperwiraanku, tentu aku tidak akan meminumnya.

14. Ketika ditanya :" Mengapa tuan sering memegang tongkat, padahal tuan bukan seorang yang lemah?" Ia menjawab :"Agar aku dapat mengingat bahawa aku akan berangkat dari dunia ini."

15. Janganlah anda berbicara kecuali yang perlu saja, sebab kalau anda mengucapkan satu kalimat bererti ia telah menguasai anda dan anda tidak boleh menguasainya.

16. Orang yang berakal itu ialah orang yang diikat oleh akalnya dari segala perbuatan tercela.

17. Tanda persahabatan itu hendaklah menjadi teman pula terhadap teman sahabatnya dan menjadi musuh terhadap musuhnya.

18. Tidak ada kegembiraan yang menyamai perjumpaan dengan sahabat, dan tidak ada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.

19. Janganlah kau meragui hak saudara mu kerana percaya akan kebaikkan hatinya.

20. Barangsiapa menasihati saudaranya secara diam- diam, bererti ia telah menasihati dan mengingati kebaikannya; dan barang siapa menasihatiinya ditempat ramai, maka ia telah membuka rahsianya dan memburukkan namanya.

21. Persahabatan dengan orang yang tidak takut celaan itu adalah tercela.

22. Tidakkah engkau menghormati seseorang melebihi harga dirinya, melainkan harga diriku jatuh setimbang dengan penghormataan ku yang lebih tadi.

23. Allah telah menciptakan anda sebagai orang merdeka, maka jadilah seperti apa yang telah Allah ciptakan itu .

24. Barangsiapa bersahabat dengan orang dermawan, ia akan menjadi orang dermawan. Dan barangsiapa bersahabat dengan orang jahat maka iapun akan dituduh orang jahat.

26 . Tidaklah aku berdiskusi dengan seseorang , melainkan aku tidak peduli apalah kebenaran itu keluar dari lisanku atau lisannya. Dalam riwayat lain: Tidaklah aku berdiskusi dengan seseorang, melainkan aku suka kalau Allah menampakkan kebenaran ditangan orang itu.

27. Barangsiapa yang telah berbuat baik kepadaku maka ia telah mengikatmu . Dan barang siapa yang kasar terhadapmu maka ia telah membebaskan mu.

28. Terlalu luas bergaul dapat mendatangkan teman jahat , tidak suka bergaul dapat menimbulkan permusuhan, kerana itu bersikaplah antara keduanya itu.

marilah bersama kita fikirkan...dan ambillah iktibar darinya..

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More