Tawakal dan Berserah diri pada Allah

Allah akan mencukupkan segala keperluannya. Barangsiapa berpegang teguh dengan agama Allah, nescaya Allah akan menyelamatkannya. Barangsiapa menyerahkan segala urusannya kepada Allah, nescaya Allah akan memberinya petunjuk.

Solat Wajib Berjemaah..27x Pahala..

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a. katanya, Sesungguhnya Rasulullah bersabda, Sembahyang berjemaah itu lebih baik dari mendirikan sembahyang secara bersendirian sebanyak dua puluh tujuh darjat iaitu ganjaran ;. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Taqwa Adalah Kemulian, Mati Suatu Kepastian

Sabda Baginda lagi: Maksudnya: “Hendaklah kamu bertaqwa di mana sahaja kamu berada. Ikutilah setiap kejahatan (yang kamu lakukan) dengan kebaikan, moga-moga kebaikan itu akan menghapuskan kejahatan. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (Riwayat At Termizi dan Ahmad).

Allah Tambah Nikmat Jika Bersyukur

Orang yang bersyukur kepada Allah akan memperbanyakkan ucapan syukur dan terima kasih kepadaNya. Mereka akan mengerjakan ketaatan kepada Allah dan akan membesarkan nikmat sekalipun nikmat itu kecil

Sudah Solat?. Sesungguhnya Mati Itu Pasti

Sembahyang adalah amalan pertama yang dihisab oleh Allah pada akhirat nanti Dan ingatlah mati, sesungguhnya malaikat maut menjenguk kamu 70 kali sehari semalam 24 jam.

Ucapan Kalimat Thayyibah Seorang Muslim

Kalimat thayyibah yang termasuk ke dalam amalan yang baik dan mampu membentuk pribadi sorang muslim yang selalu ingat dan berhubungan dengan Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari alangkah baiknya membentuk budaya biasa mengucapkannya

12 April 2012

Misteri Mayat Di Atas Kubah Masjid Nabawi


Qubbatul Khadhra’ (kubah hijau) yang terlihat megah di Masjid Nabawi berfungsi menaungi makam Rasul Saw yang mulia didampingi kedua sahabatnya sekaligus mertuanya iaitu Abu Bakar Siddiq ra, dan Umar bin Khattab ra.

Tempat tersebut dahulunya adalah rumah baginda Rasul Saw kerana setiap Rasul yang diutus oleh Allah Swt dimakamkan di mana dia wafat. Sebagaimana sabda Nabi Saw: Tidak dicabut nyawa seorang Nabi pun melainkan dikebumikan dimana dia wafat. (HR. Ibnu Majah)

Sejarah bercerita, ketika Nabi sampai di Madinah, pertama sekali dikerjakan Nabi Saw adalah membina Masjid Nabawi dengan membeli tanah berharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yatim Sahl dan Suhail berukuran 3 x 30 m.

Bangunan yang sederhana itu hanya berdindingkan tanah yang dikeringkan, bertiangkan pohon kurma dan beratapkan pelepah kurma. Sebelah Timur bangunan Masjid Nabawi dibina rumah Nabi Saw.

Manakala di sebelah Barat dibina ruangan untuk orang-orang miskin dari kaum Muhajirin yang pada akhirnya tempat itu dikenali dengan tempat ahli Suffah (kerana mereka tidur berbantalkan pelana kuda).

Pada tahun ke-7 H, Nabi mengadakan perluasan Masjid Nabawi ke arah Timur, Barat, dan Utara sehingga berbentuk bujursangkar 45 x 45 m dengan luas mencapai 2.025 m2 .

Program jangka panjang untuk memperluas Masjid Nabawi seperti yang kita lihat sekarang ini diisyaratkan oleh Nabi Saw dengan sabdanya menjelang wafat: “Selayaknya kita memperluas masjid ini”.

Hingga pada tahun ke-17 H, Amirul Mukminin Umar bin Khattab khalifah kedua, memperluas ke arah Selatan dan Barat masing-masing 5 m dan ke Utara 15 m, dan diteruskan oleh Usman bin Affan khalifah ketiga memperluas ke arah Selatan, Utara dan Barat masing-masing 5 m pada tahun ke-29 H.

Akhirnya pada masa Khalifah Bani Umayyah Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 88 H, memperluas ke semua sisi Masjid Nabawi termasuk ke arah Timur (rumah Nabi) dan bilik-bilik isteri Nabi (hujurat) sehingga makam Nabi Muhammad Saw, Abu Bakar Siddiq, dan Umar bin Khattab termasuk sebahagian dari masjid dan berada di dalam masjid yang sebelumnya terpisah dari masjid.

Inilah yang menjadi perbahasan para ulama dan fukaha di dalam Fikih Islam, iaitu mendirikan bagunan seperti rumah kubah, madrasah, dan masjid di atas kubur. Kerana Nabi Saw bersabda : Allah mengutuk umat Yahudi dan Nasrani yang membuat kubur para nabi mereka menjadi masjid-masjid (tempat peribadatan). (HR. Bukhari Muslim)

Hadis di atas difahami oleh sebahagian ulama terutama di kalangan pengikut Syekh Muhammad bin Abdul Wahab (Th. 1115 H/ 1703 M di Masjid Saudi Arabia, dan aliran ini disebut oleh saingannya sebagai aliran Wahabiyah, dan di Indonesia dengan aliran Salafi).

Secara umum, tidak boleh melakukan kegiatan ibadah di atas kubur, berdoa menghadap kubur, dan membina kubah di atas kuburan.

Terakhir ada seorang manusia yang memanjat kubah hijau Masjid Nabawi untuk dihancurkan, lalu disambar petir secara tiba-tiba dan mati. Mayatnya melekat pada kubah hijau tersebut dan tidak dapat diturunkan sehingga sekarang.

Syekh Zubaidy, ahli sejarah Madinah menceritakan ada seorang soleh di kota Madinah bermimpi, dan terdengar suara yang mengatakan “Tidak ada seorang pun yang dapat menurunkan mayat tersebut, agar orang yang di kemudian hari dapat mengambil, i’tibar”.

Hingga sekarang mayat tersebut masih ada dan dapat disaksikan terus dengan mata kepala. Bagi yang tidak dapat berkunjung ke sana dapat mengakses internet google “Ada Mayat di atas Kubah Masjid Nabawi”.

Pengajaran yang dapat diambil dari kisah ini, terlepas dari kebenarannya, bahwa kembali kepada Tauhid yang murni seperti zaman Rasul Saw adalah tujuan dari dakwah Islam dan misi para Rasul dan umat Islam mesti menerimanya, jika tidak ingin menjadi orang musyrik.

Akan tetapi pemeliharaan nilai sejarah dan para pelaku sejarah juga penting, kerana Allah berfirman : Sungguh di dalam sejarah mereka terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal. (QS. Yusuf : 111).

Akhirnya jika pelaku sejarah tidak boleh dikenang, tidak dimuliakan, tidak dihormati, kuburnya diratakan, bagaimana kita mengambil pelajaran dari sejarah tersebut?

Adapun maksud Nabi Saw Allah mengutuk Yahudi dan Nasrani menjadikan kubur sebagai tempat ibadah, adalah menyembah kubur. Semoga kita dapat pengajaran. Wallahua’lam

10 Keajaiban Alam Yang Jarang Diketahui Manusia


Sesungguhnya banyak keajaiban dunia yang telah Allah tunjukkan kepada umat manusia supaya manusia berfikir akan kejadian tersebut. Pastinya kita mengetahui tentang Piramid di Mesir, Taman Gantung Babilon, Terowong Channel dan Colosseum di Rom serta sebahagian yang terdapat dalam buku keajaiban dunia kuno moden.

Apabila berfikir tentang keajaiban alam, kita akan terfikir tentang Grand Canyon di Colorado, Paricutin Volcano di Mexico dan Great Barrier Reef di pantai Queensland Australia.

Namun begitu keajaiban alam bukan hanya terdapat di tempat-tempat di atas. Perlu diketahui dunia ini penuh dengan keajaiban, terdapat banyak keajaiban alam lain yang menarik, seperti di bawah ini yang belum diketahui orang.

1. Pamukkale (Turki)



Terletak di Daerah Denizli di barat daya Turki, menjadi tumpuan bagi mereka yang menginginkan suasana nyaman dan tenang. Yang terpenting tempat ini adalah kawasan alam mineral dan boleh mandi spa kerana perairan batu kapur (kalsium) yang panas, muka buminya halus dan struktur organik yang kelihatan aneh.

2. Fly Geyser (Nevada)




These look as if they were taken on another planet, or at least on the set of a new and very expensive science fiction movie. Yet these pictures are of the Fly Geyser which is very much of planet earth (Nevada, US to be exact). The geyser can be found in Hualapai Valley near Gerlach. It is a little seen phenomenon as the land upon which it sits is private. It can be seen from State Road 34 but unless you have permission the view from a distance is all you should attempt. Back in 1916 the owners of the place were looking for water in the hope of creating rich farmland in this desert area of the state. They came across water, yes, and the well worked for decades. However, the drill that was driven down a shaft hit a geothermal pocket of water and the result was a geyser.

3. Valley of the Moon (Argentina)



Ischigualasto, meaning “the place where you put the moon” is a remote valley in Argentina. It is studded with geological formations left by wind erosion, amazing standing stones and boulders that are so rounded they look like enormous marbles. The valley's once-fertile ground is now arid and contains so many plant and animal fossils that paleontologists come from all over the world to study them.

Erosion over the millennia unearths the fossils as well as other geological formations such as a host of almost spherical concretions. The wind, inexorable and patient, has pounded the local bedrock for an age. Revealed, the boulders that mudstone – in its original wet form, helped to form look as if giants have been playing marbles.

4. Enchanted Well - Chapada Diamantina National Park (Brazil)




Poço Encantado, or Enchanted Well, is located in the Chapada Diamantina National Park in Bahia state, approximately 400 kilometres inland from Salvador, the capital city of Bahia. This giant sunken pool is 120 feet deep and the water is so transparent the rocks and ancient tree trunks are visible on the bottom. When the sun is just right, light comes through a crevice and creates a blue reflection on the water. Access to this pond is highly controlled for environmental protection of its rare and delicate ecosystem.

5. Wulingyan, Hunan (China)



The Hunan region is full of dramatic landscapes and the magnificent Wulingyan is one of their biggest attractions. This geological wonder is made up of over 3000 limestone karsts. There are scenic waterfalls and some of Asia's biggest limestone caves.

6. Ice Towers of Mount Erebus (Antarctica)




Gunung Erebus adalah gunung berapi aktif terbesar di dunia. Ia mempunyai vulkanik panas yang dipenuhi dengan ais dingin telah menghasilkan sistem yang rumit dari gua ais di atas puncak Erebus. Ratusan menara ais juga dapat ditemui di Mars, Jupiter, Saturnus dan Neptunus.

7. Kasha Katuwe Tent Rocks (New Mexico)




New Mexico's Kasha-Katuwe Tent Rocks National Monument, where erosion chisels rock formations formed by explosive volcanic eruptions between six and seven million years ago. While the formations are uniform in shape, they vary in height from a few feet to 90 feet throughout the 4,000 acre monument.

8. Comodo National Park (Indonesia)




Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT)dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Pulau Komodo terdapat biawak terbesar di dunia, iaitu biawak Komodo (Varanus komodoensis).

Komodo dipercayai keturunan binatang purba Dinosaurus yang masih hidup. Panjang komodo dapat mencapai 3 meter dengan berat boleh mencapai 140 kg.

Kawasan perairan di pulau Komodo juga terdapat perairan yang termasuk dalam keajaiban dunia bawah air. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut munculnya daratan-daratan kering yang berbukit karang.

9. The Stone Forest (China)




The Shilin (Chinese for stone forest) is an impressive example of karst topography. Its rocks are made of limestone and are formed by water percolating the ground's surface and eroding away everything but the pillars. It's known since the Ming Dynasty as the 'First Wonder of the World.'

10. Salar de Uyuni (Bolivia)




The Salar is one of the iconic images of Bolivia, a massive salt desert in the middle of the Altiplano. It is an expansive, virtually flat desert that reflects the sun in such a way as to create a mirror effect with the sky. There are several lakes in the desert with strange colours from the mineral deposits in the region.

Some 40,000 years ago, the area was part of Lake Minchin, a giant prehistoric lake. When the lake dried, it left behind two modern lakes, Poopó Lake and Uru Uru Lake, and two major salt deserts, Salar de Coipasa and the larger Uyuni. Uyuni is roughly 25 times the size of the Bonneville Salt Flats in the United States. It is estimated to contain 10 billion tons of salt, from which less than 25,000 tons is extracted annually

Mimpi Seorang Gadis

Untuk Renungan Bersama......Bismillahirrahmani rrahim

Rakaman ini dipetik dari program Motivasi Pagi -TV 3 (6.30 pagi) oleh Ustazah Noorbayah Mahmood.

Seorang gadis datang menemui Rasulullah dengan tangan kanannya disorokkan ke dalam poket bajunya. Dari raut wajahnya, anak gadis ini sedang menanggung kesakitan yang amat sangat. Lalu Rasulullah menegurnya. "Wahai anakku, kenapa wajahmu menampakkan kamu sedang kesakitan dan apa yang kamu sorokkan di tanganmu?"

Lalu gadis malang ini pun menceritakan hal yang berlaku padanya :- "Ya, Rasulullah, sesungguhnya aku adalah anak yatim piatu. Malam tadi aku telah bermimpi dan mimpiku itu telah membuatkan aku menanggung kesakitan ini." Balas gadis tadi.

"Jika tidak jadi keberatan, ceritakanlah mimpimu itu wahai anakku." Rasulullah mula tertarik dengan penjelasan gadis tersebut."Aku bermimpi berjumpa ibuku di dalam neraka. Keadaannya amat menyedihkan. Ibuku meminta diberikan air kerana dia amat dahaga kerana kepanasan api neraka itu hingga peluh tidak sempat keluar kerana kekeringan sekelip mata."

Gadis itu berhenti seketika menahan sebak. "Kemudian ku lihat di tangan kirinya ada seketul keju dan di tangan kanannya ada sehelai tuala kecil.

Beliau mengibas-ngibaskan kedua-dua benda tersebut untuk menghalang api dari membakar tubuhnya. Lantas aku bertanya ibuku, kenapa dia menerima balasan sebegitu rupa sedangkan ketika hidupnya ibuku adalah seorang hamba yang patuh dengan ajaran islam dan isteri yang taat kepada suaminya?

Lalu ibuku memberitahu bahawa ketika hidupnya dia amat bakhil. Hanya dua benda itu sahaja iaitu seketul keju dan sehelai tuala kecil pernah disedekahkan kepada fakir. Yang lainnya hanya untuk bermuka-muka dan menunjukkan kelebihan hartanya sahaja.

Lalu aku terus mencari ayahku. Rupanya beliau berada di syurga dan sedang menjamu penghuni syurga dengan makanan yang lazat dan minuman dari telaga nabi.

Ayahku memang amat terkenal kerana sikapnya yang dermawan dan kuat beramal.
Lalu aku bertanya kepada ayahku. "Wahai ayah, ibu sedang kehausan dan menaggung azab di neraka. Tidakkah ayah ingin membantu ibu sedangkan di dunia ku lihat ibu amat mentaatimu dan menurut perintah agama.

Lalu dijawab oleh ayahnya. Sesungguhnya beliau dan semua penghuni syurga telah dilarang oleh Allah dari memberi walau setitik air kepada isterinya kerana itu adalah pembalasan untuk kebakhilan yang dilakukan ketika di dunia.

Oleh kerana kasihan melihat azab yang diterima oleh ibuku, aku lantas menceduk sedikit air mengguna tapak tangan kananku lalu dibawa ke neraka.

Belum sempat air tersebut mencecah bibir ibuku, api neraka telah menyambar tanganku sehingga melecur.

Seketika itu juga aku tersedar dan mendapati tapak tanganku melecur teruk.

Itulah sebabnya aku datang berjumpa engkau ya Rasulullah."
Panjang lebar gadis itu bercerita sambil airmatanya tidak henti-henti mengalir di pipi.

Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya ke tapak tangan gadis tersebut lalu menadah tangan, berdoa memohon petunjuk dari Allah. Jika sekiranya mimpi gadis tersebut adalah benar maka disembuhkanlah agar menjadi iktibar kepada beliau dan semua umat Islam.

Lalu berkat kebesaranNya tangan gadis tersebut sembuh.

Rasulullah lantas berkata, "Wahai anakku, pulanglah....Banyakkan bersedekah dan berzikir dan pahalanya kau berikan kepada ibumu. Mudah- mudahan segala dosanya terampun. INSYALLAH"


10 April 2012

“Aku Masih Belum Mampu Menjadi Wanita Solehah”

“Aku masih belum mampu menjadi wanita solehah”

Begitulah luahan seorang sahabatku pada suatu malam. Aku terdiam seketika, terpana. Mustahil aku tidak pernah merasakan sedemikian.

Kadangkala terdetik juga rasa cemburu apabila melihat mereka yang lain, yang terserlah peribadi dan perwatakannya yang cukup menggambarkan ciri seorang wanita solehah.

Mendengarkan kisah-kisah srikandi Islam suatu masa dahulu, aku berasa malu.

Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabillah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama.

Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak,
Pendorong dikala kesusahan dan penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan.

Mengalir air mataku,
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah,
Akur dalam setiap perintah,
Taat pada abuyanya yang sentiasa berjuang,
Tiada memiliki harta dunia,
Layaklah ia sebagai wanita penghulu syurga.

Sanggupkah aku menjadi ibu seperti Khansa'?
Rela menyerahkan anak-anaknya ke medan pertempuran,
Biarpun darah menjadi penggantinya,
Asalkan syahid menjadi habuan.

Aku belum mampu menjadi seperti mereka. Namun, ada apa jika aku terus berasa sedemikian sahaja? Hanya cemburu dan mengatakan aku tidak mampu? Tidak!

Aku mula belajar sesuatu kini. Tidak ada istilah mampu atau tidak mampu. Yang ada Cuma MAHU atau TIDAK MAHU.

Ukhti, daripada sudut apa engkau menggambarkan wanita solehah itu? Adakah daripada dia memakai jubah dan tudung labuh? Adakah daripada banyaknya ibadah yang dia lakukan? Adakah daripada perlakuannya yang tidak memandang ajnabi? Dan, adakah daripada sifat-sifat lain yang engkau lihat pada dirinya?

Ukhti, bagiku itu semua hanyalah luaran, yang zahir. Hakikatnya, Allah lebih mengetahui sesolehah manakah seseorang itu. Bukankah Allah telah berfirman:

“Sungguh, Aku menetahui apa yang tidak kamu ketahui”
-Al-Baqarah; 30-

Aku tertarik sekali dengan kata-kata ini. Renungkan sejenak.

Muslimah sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.

Muslimah sejati tidak dilihat daripada banyaknya dia berorganisasi, tetapi sebanyak mana dia telah menjalankan amanah.

Muslimah sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro (mesyuarat), tetapi dilihat dari penglibatannya dalam mencari solusi tentang suatu permasalahan.

Muslimah sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa al-Quran, tetapi dilihat dari hafazan dan pemahamannya akan kandungan al-Quran tersebut.

Muslimah sejati tidak dilihat tundukan matanya ketika berinteraksi, tetapi bagaimana dia mampu membentengi hati.

Muslimah sejati tidak dilihat dari penglibatan dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya bekerja.

Muslimah sejati tidak dilihat dari solatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Rabb di luar aktiviti solatnya.

Muslimah sejati tidak dilihat dari kasih sayangnya pada orang tua dan teman-teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cintanya pada Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Muslimah sejati tidak dilihat dari rutin dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak mana titisan air mata penyesalannya sewaktu bersujud.

Seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di sebaliknya.

Muslimah sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauhmana dia menutupi bentuk tubuhnya.

Muslimah sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang dia berikan, tetapi dari keikhlasan dia memberikan kebaikan itu.

Muslimah sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauhmana dia berani mempertahankan kehormatannya.

Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhuatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Muslimah sejati bukan dilihat dari besar dan banyaknya ujian yang dia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana dia bersabar menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah, muslimah sejati bukan dilihat dari petahnya dia dalam pergaulan, tetapi dilihat dari sejauhmana dia bisa menjaga kehormatan dirinya di dalam bergaul.

Oleh itu ukhti, apa yang harus kita lakukan adalah berusaha ke arah title solehah itu. Tidak! Bukan title semata, namun ke arah definisi solehah yang sebenarnya. Yakni lebih dekat dengan-Nya.

Namun, jadilah dirimu yang sebenar-benarnya bukan hanya ikut-ikutan. Percayalah. Andainya kita hanya ikut-ikutan perbuatan orang lain semata, ia tidak mendatangkan apa-apa hasil. Hati kita akan tetap terasa kosong. Yang ada hanyalah penipuan terhadap diri kita sendiri.

Kerana, menjadi solehah itu bukan ikut-ikutan. Mereka menutup aurat, kita menutup aurat. Mereka beribadah, kita turut beribadah. Mereka ke kuliah agama, kita turut menutur langkah mereka. Bukan begitu ukhti.

Semuanya perlu bermula daripada hati kita sendiri. Nawaitu kita sangat penting. Untuk apa kita berubah itu? Adakah benar untuk menggapai redha-Nya atau hanya untuk dipandang sebagai wanita solehah? Semak semula nawaitu kita. Kerana kadangkala kita mungkin tersilap.

“hanya segala amal dengan niat dan hanya bagi tiap-tiap seorang apa yang ia niatkan”

Sesungguhnya hadis yang pertama juga membicarakan soal niat. Menunjukkan betapa pentingnya ia.

Ukhti, sesungguhnya aku bukanlah yang terbaik untuk menasihatimu walhal aku sendiri masih terkontang kanting dalam usaha untuk mengubah diri.

Pesanku, usahlah engkau berasa tertekan dengan soal ini, untuk menjadi solehah itu bukan mudah. Ia mengambil masa. Lakukanlah sedikit demi sedikit, tetapi istiqamah.

Mohonlah pada-Nya agar ditetapkan hati kita dalam kebaikan yang kita laksanakan. Allah SWT telah berfirman dalam Surah al-Mukmin, ayat 60 :

“Dan Tuhan kamu berfirman: Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.”

Akhir kata, jangan cepat menghina diri dan kecewa sebelum berusaha memenuhi masa lapang yang ada sehingga terlalu banyak masa untuk meghina diri sendiri. Niatkan semua amal perbuatan itu hanya kerana Allah dan jangan pernah mengharap pujian daripada orang lain.

Jadilah seperti tanah yang tidak pernah mengeluh putus asa terhadap bangunan yang di atasnya walaupun bangunannya lapuk dimakan zaman.

Selamat berusaha membangunkan diri!

Mudah-mudahan kita mendapat title solehah itu di sisi-Nya, Insya Allah.

hasil nukilan
http://pelangigenius.blogspot.com

09 April 2012

Yakinilah Janji Allah Bahawa Setiap Manusia Telah Ada Rezeki Untuknya

by Ust. Abu Basyer

Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Setiap kali kita menghadapi makanan dan minuman, kita berdoa kepada Allah agar di berikan barakah dari rezeki yang akan kita santapi. Setiap kanak-kanak muslim juga di didik sejak dari tadika lagi untuk berdoa sebelum makan. Barakah dari rezeki itulah yang kita hajatkan.

Setiap manusia menghabiskan sebahagian besar dari waktu dan umur untuk mencari rezeki. Berusaha mencari rezeki, apabila ikhlas niat dan dilaksanakan dengan mengikut jalan-jalan yang halal adalah ibadah kepada Allah. Dalam mencari rezeki juga , dapat menguatkan akidah seorang muslim, Allah S.W.T. adalah pemberi rezeki. Salah satu nama Allah adalah al-Razzak… iaitu Pemberi Rezeki. Banyak perkara di dunia ini dipermudahkan oleh Allah S.W.T. untuk manusia, agar di gunakan dalam usaha mencari rezeki. Oleh itu jangan sampai kita lupa kepada Allah S.W.T. apabila kita telah mendapat nikmat dari-Nya.

Suatu hari Nabi Sulaiman a.s. bertanya kepada seekor semut tentang berapa banyak makanan yang diperlukannya untuk hidup dalam setahun. Semut menjawab, ia hanya perlukan makanan sebesar sebutir gandum.

Lalu Nabi Sulaiman a.s. memasukkan semut tersebut di dalam sebuah botol dengan di letakkan bersamanya gula sebesar sebutir gandum. Mulut botol itu kemudiannya ditutup (diberi lubang sikit untuk udara masuk ke dalamnya).

Cukup tempuh setahun, mulut botol itu pun dibuka semula oleh Nabi Sulaiman a.s. Anehnya, baginda dapati hanya separuh sahaja daripada gula sebesar sebutir gandum itu yang habis dimakan oleh semut tersebut.

Nabi Sulaiman bertanya, mengapa hanya separuh makanan sahaja yang dihabiskan sedangkan semut pernah berkata ia perlukan makanan sebesar sebutir gandum?

Sang semut menjelaskan bahawa jika diluar botol rezekinya dijamin sepenuhnya oleh Allah dan dia yakin Allah pasti akan mencukupkan rezekinya. Sebab itu dia tidak perlu risau dengan hakikat itu.

Tetapi apabila dikurung oleh manusia (Nabi Sulaiman a.s) dia mengambil langkah berjaga-jaga dan berjimat cermat kerana tidak yakin dengan keprihatinan manusia. Mana tahu kalau-kalau manusia itu terlupa lalu mengurungnya terlebih daripada tempoh satu tahun? Apa akan jadi padanya?

Pengajaran yang boleh di perolehi daripada kisah ini adalah semut lebih yakin jaminan rezeki daripada Allah S.W.T.(bertawakal kepada Allah) ketika di luar botol berbanding “jaminan” manusia ketika berada di dalam botol. Untuk menghadapi kemungkinan itulah ia mengambil langkah berjimat cermat, supaya apabila berlaku sesuatu di luar jangkaan dia masih mampu bertahan. Masih ada makanan yang boleh digunakan.

Kenapa kita yang berada di dunia ini yang mengaku beriman kepada Allah S.W.T. tetapi masih ragu-ragu tentang jaminan rezeki dari Allah S.W.T? Oleh itu yakinilah dengan sepenuh hati bahawa setiap anak yang lahir ke dunia, Allah S.W.T. telah menjamin rezeki untuknya, samaada ibu-bapanya merancang atau tidak merancang untuk anak tersebut.

Sahabat yang dimuliakan,

Setiap manusia yang diciptakan oleh Allah S.W.T. telah ditetapkan rezeki untuknya. sejak di dalam kandungan ibunya lagi. Allah S.W.T. yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang telah menjamin rezeki untuk semua makhluknya, dari sekecil-kecilnya makhluk (kuman) hinggalah sebesar-besarnya (ikan paus) dan tidak dikurangkan sedikit pun daripadanya.

Manusia diminta untuk berusaha, berdoa dan bertawakkal nescaya ia akan mendapat dan memiliki rezeki yang telah disedaikan oleh Allah S.W.T. dimuka bumi ini.

Firman Allah s.w.t.yang bermsksud :

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan keperluannya.”

(Surah At-Talaq ayat 2-3)

Takwa adalah merupakan kriteria atau ukuran sesaorang yang paling hampir dengan Allah S.W.T. Sesiapa saja dikalangan hamba-hamba Allah yang paling tinggi takwanya maka dia adalah orang yang paling mulia disisi Allah S.W.T. Orang yang bertakwa adalah orang mukmin yang cukup berhati-hati didalam menjalani kehidupan didunia ini, amat takut kalau-kalau dia terjerumus didalam kehidupan yang mendatangkan kemurkaan Allah S.W.T.

Ia bukan saja telah meninggalkan yang haram dan melaksanakan yang wajib tetapi ia telah meninggalkan perkara-perkara syubhah dan makruh. Dalam amalan ibadahnya diperbanyakkan amalan-amalan sunat dalam rangka merapatkan lagi hubungan dengan Allah S.W.T, malahan semua yang harus pula di niatkan kerana Allah supaya ianya menjadi ibadah.

Allah S.W.T. akan membantu orang-orang yang bertakwa, segala kesusahannya, kemiskinannya dan apa-apa saja permasaalaan hidup yang dihadapinya, akan terbentang luas jalan keluar diberikan oleh Allah S.W.T. Bukan setakat ini saja, malahan Allah S.W.T.akan memberikan rezeki yang tiada disangka-sangka samaada rezeki datang dari langit, bumi, lautan, malahan yang jauh didekatkan, yang sedikit diperbanyakkan dan yang banyak dipermudahkan.

Kadangkala seseorang pernah bertanya pada diri sendiri, “Kenapa rezekiku sempit? Buat berbagai usaha tetapi masih gagal mencapai matlamatnya?Berniaga merosot, puas aku berdoa dan minta pertolongan Allah tetapi masih tidak dimakbulkan-Nya?”

Perlu di ingat bahawa Allah S.W.T. Maha Mengetahui apa akan berlaku kepada para hamba-Nya dilambatkan permohonannya adalah untuk kebaikan hambanya sendiri. Kerana takwanya belum mantap, maka diuji lagi supaya semakin banyak ia berusaha, berdoa dan bertawakal maka akan melahirkan hubungan yang erat hatinya dengan Allah S.W.T. dan Dia ingin memberikan pahala yang besar kepadanya diatas kesabarannya. Oleh itu kita kena berbaik sangka dengan Allah S.W.T. berdoa dan terus berdoa jangan putus asa. Cepat atau lambat dikabulkan doa kita adalah urusan Allah S.W.T.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud : “Allah S.W.T. berfirman, ‘Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku’.”

(Hadis RiwayatAl-Bukhari)

Rasulullah S.A.W. bersabda, maksudnya : “Janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan kamu berbaik sangka dengan Allah.”

(Hadis Riwayat Muslim)

Apakah maksud berbaik sangka dengan Allah? Berbaik sangka di sini adalah rasa takut dan harap yang saling bergandingan, ataupun rasa takut mengatasi rasa harap.

Sahabat yang dikasihi,

Rasulullah S.A.W. pernah bersabda yang bermaksud :

“Jika sekiranya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, pasti Allah akan memberi rezeki kepadamu, seperti Dia memberi rezeki kepada burung-burung yang terbang di pagi hari dengan tembolok kosong dan waktu pulang kesarangnya pada waktu petang, temboloknya sudah penuh.”

Orang-orang yang bertawakal ialah mereka yang yakin dengan jaminan rezeki daripada Allah S.W.T. dan mereka akan mendapat balasan yang baik di akhirat nanti.

Kunci rezeki dan perbendaharaan Allah S.W.T. hanya berada ditangan-Nya dan Dia akan membuka pintu rezeki ini seluas-luasnya kepada hamba-hamba-Nya yang banyak beristighfar, bersedekah, sentiasa berwuduk, menghubungkan silaturahim, solat duha, solat tahajjud , berzikir dan membaca al-Quran. Amalan-amalan soleh ini jika diamalkan akan membina jambatan hati kita dengan Allah S.W.T. dan apabila Dia kasih dan sayang pada kita maka segala permohonan dan doa kita dimakbulkan-Nya dan di kurniakan rezeki di jalan yang tiada disangka-sangka.

Kesimpulannya, dalam usaha mencari rezeki di atas dunia ini, jangan sampai menjauhkan kita daripada beribadah dan mangingati Allah. Oleh itu, kita perlu bertawakal kepada Allah dengan hakikat tawakal yang sebenarnya. Kita mesti berusaha dan berikhtiar tetapi meletakkan pergantungan sepenuhnya kepada Allah. Kalau dapat apa yang kita inginkan, bersyukurlah. Kalau sebaliknya, bersabarlah dan berbaik sangka dengan Allah. Yang penting, kita mesti tahu meletakkan kepentingan antara dunia dan akhirat.

Jangan gadaikan akhirat dengan habuan dunia yang sementara ini. Berusaha dan berikhtiarlah, kerana ia sunnatullah. Tetapi ingat, ia tidak akan dapat mengatasi takdir Allah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More